PLPG_IX_10_UNJ_SUNDA

PLPG_IX_10_UNJ_SUNDA
Kenangan di Wisma Kinasih

Senin, 01 November 2010

Ketentuan Wudlu dan Sholat


RINGKASAN KETENTUAN  WUDLU DAN SHOLAT

PENGERTIAN SHOLAT
Secara etimologi, sholat artinya doa. Diartikan doa karena secara syar’i hampir seluruh bacaan dalam sholat mengandung doa. Jumhur ulama menyepakatinya seperti itu merujuk pada ayat 103 dari surat at Taubah
وصلّ عـليهم
“…dan berdoalah untuk mereka “
Rosululloh bersabda :
ٳذا دعي  أحدكم فـليجب فإن كان صائما فـليصلّ
“Apabila salah seorang diantara kamu diundang ( makan ), maka hendaklah ia memenuhi undangan tersebut, jika ia sedang shaum maka berdoalah “ ( Hr. Muslim )

Menurut istilah ( Terminologi ) sholat adalah beribadah kepada Alloh dengan ucapan dan perbuatan yang sudah dikenal ( Mahdloh ), dimulai dengan Takbir dan diakhiri dengan salam, disertai dengan niat dengan syarat-syarat khusus.

KEDUDUKAN SHOLAT DALAM ISLAM
1.      Sholat adalah kewajiban yang paling utama dan paling ditekankan setelah kalimat syahadat.
2.      Islam sangat mengingkari orang yang meninggalkan sholat
              الرجل وبين الشّرك والكفر ترك الصّلاۃ بين إن
”Perbedaan antara seorang ( muslim ) dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan sholat”. ( Hr. Muslim, Abu Daud dan Nasa’i serta lain-lain )
3.      Sholat adalah tiang agama
4.      Sholat adalah amalan yang pertama dihisab
5.      Sholat adalah satu-satunya kewajiban yang tidak pernah gugur dari seorang mukallaf dalam keadaan apapun ( kecuali untuk wanita dan selama syarat-syaratnya tidak terputus )

PRAKTEK WUDLU DAN SHOLAT
I.       WUDLU
Wudlu adalah merupakan syarat utama untuk melakukan sholat, tidak sah sholat seseorang tanpa wudlu, dan ini merupakan perintah wajib. Alloh SWT berfirman yang artinya :
 “Wahai orang orang yang beriman, apabila kamu akan mendirikan sholat maka cucilah ( basuhlah ) wajahmu dan kedua tanganmu sampai sikut, usaplah kepalamu dan cucilah ( basuhlah ) kedua kakimu hingga mata kaki. Dan jika kamu berjunub, bersucilah ( mandilah ), atau jika kamu sakit, atau dalam perjalanan, atau jika kamu kembali (selesai) dari buang hajat atau jika kamu menyentuh perempuan lalu kamu tidak mendapatkan air maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih)!, Sapulah mukamu dan kedua tanganmu dengan tanah itu…” (Qs. 5, Al Maidah  : 6).

A.    SYARAT-SYARAT WUDHU ( Syarat adalah ketentuan ibadah yang dalam keadaan normal harus dipenuhi dengan sempurna )

1.      Islam.
2.      Berakal.
3.      Mumayyiz (bisa membedakan antara yang suci dan najis. pen.).
4.      Mempertahankan niat tersebut, artinya tidak bermaksud memotong niat tersebut sampai dia selesai berwudhu.
5.      Hilangnya hal yang mewajibkan wudhu.
6.      Beristinja dengan air atau batu sebelum wudhu.
7.      Airnya suci dan boleh dipakai.
8.      Menghilangkan apa-apa yang dapat mencegah sampainya air ke kulit.

9.      Masuknya waktu shalat bagi orang yang selalu berhadats.


B.     RUKUN-RUKUN WUDHU ( Rukun adalah ketentuan ibadah yang dalam berbagai keadaan harus dipenuhi dengan sempurna, bila tidak ; maka ibadahnya tidak sah )

1.      Niat
2.      Membasuh muka, termasuk pula berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung.
3.      Membasuh dua tangan sampai dua siku.
4.      Mengusap seluruh kepala, termasuk di dalamnya dua telinga.
5.      Membasuh dua kaki sampai / termasuk dua mata kaki.
6.      Tertib/berurutan.
7.      Bersegera/beruntun tanpa mengakhirkan

C.     PRAKTEK WUDLU

1.      Niat : Niat adalah sesuatu yang penting dalam setiap amal, tidak sah amal yang kita lakukan bila tidak didasari dengan niat, yang perlu diperhatikan niat adalah perbuatan hati tidak perlu diucapkan dengan kata-kata seperti yang umum kita ketahui dan inilah pendapat terkuat dari berbagai ulama salaf.

2.   Membaca Basmalah

  بِسْمِ اللهِ                              

“Dengan nama Allah (aku berwudhu). ( HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad )


عَنْ اَبِى هَرَ يْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص لاَ وُضُوْءَ لِمَنْ لَمْ يَذكُرِاسْمَ اللهِ عَلَيْهِ                  ( اخرجه احمد وابو داود وابن ماجه بـاسناد ضعيف)
 “Dari Abi Huroiroh, ia berkata; telah bersabda Rosululloh  : “Tidak sah wudlu seseorang yang tidak menyebut nama Alloh pada permulaannya” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah dengan sanad yang lemah)”.

2.      Mencuci kedua telapak tangan
رَ أَ يْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  تَوَضَأَ فَاسْتَوْ كَفَ  ثَلاَ ثاً.(رواه أحمد والنسائ)
“Saya lihat Rosululloh  berwudlu, maka dibasuh telapak tangannya tiga kali” (HR. Ahmad dan Nasa’i)

3.      Berkumur-kumur dan Memasukan air ke hidung
اَنَّ رَسُوْلََ اللَّهِ ص تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كََفٍّ وَاحِدٍ فَعَلَ ذ َالِِِكَ ثَلاَ ثاً. وَفِي رِوَايَةٍ : تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ  ِبثَلاَ ثٍ غَرَفَاتٍ. (متفق عليه)
“Bahwa sanya Rosululloh  berkumur dan intinsyak ( menghirup air ke hidung )  dari satu tangan, dikerjakannya tiga kali. Dan menurut satu riwayat “Berkumur-kumur dan menghembuskan air dari hidung dengan tiga saukan” (HR. Muttafaqun Alaihi dari ‘Abdulloh bin Zaid r.a)

4.      Membasuh muka, Firman Alloh :
 “Maka basuhlah (cucilah) wajahmu” (Qs. 5 : 6)
5.      Membasuh dua tangan sampai dua siku.
“dan basuhlah (Cucilah) kedua tanganmu sampai sikut” (Qs. 5 : 6 )

8.      Mengusap seluruh kepala, termasuk di dalamnya dua telinga.
“Dan usaplah kepalamu” (Qs. 5 : 6)
عَنْ عَبْدِ اللَّـهِ بْنِ عَمْرٍو  فِى صِفَةِ   الْوُضُوْءِ.......قَالَ  ثُمَّ  مَسَحَ  بِرَأْ سِهِ  وَ اَدْ خَلَ   اِصْبَعَيْهِ السَّـبَّاحَتَيْنِ  فِى أُذُ  نَيـْهِ, وَمَسَحَ   ِبـإِ بْهَا مَـيْهِ ظَاهِـرَ  أُذُ  َنيْهِ.
(أَخْرَ جَهُ  أَبُوْ دَاوُد  َ وَالنَّسَـائِيُ وَصَحَّحَـهُ إِبنُ خُزَيْـمَة َ )َ
 “Dari ‘Abdulloh bin Amr tentang sifat wudlu, ia berkata :……..kemudian ia usap kepalanya dan ia masukan dua jari telunjuknya di dua telinganya dan ia usap dua telinganya di sebelah luar dengan dua ibu jarinya” (Dikeluarkan  dia oleh Abu Dawud dan Nasa’I dan disahkan dia oleh Ibnu Khuzaimah)

  عَنْ  عَبْدِ الله ابْن ِ زَ يْدٍ اَنَّـهُ  رَاَى النَّبِيُّ ص  يَـأْخَذُ   ِلأُ ذُ  نَيْـهِ مَاءً  غَيْرَ الْمَاءِ  الَّذِى اَخَذَهُ لِرَ أ ْسِهِ. ( اخرجه البيهقي )
“Dari ‘Abdulloh bin Zaid: Bahwasanya ia melihat Nabi  mengambil buat dua telinganya air yang bukan ia gunakan buat menyapu kepalanya” (HR. Baihaqi)
9.      Membasuh dua kaki sampai / termasuk dua mata kaki.
“Dan kedua kakimu hingga mata kaki…” ( Qs. 5 : 6 )
10.  Tertib
11.  Membaca doa sesudah wudlu
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ رَسُوْلُهُ
“Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang haq kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya”. ( HR. Muslim )


D.    YANG MEMBATALKAN WUDHU

1.      Sesuatu yang keluar dari dua jalan yaitu qubul dan dubur (buang air kecil dan air besar, pen.).
2.      Keluarnya sesuatu yang najis dalam jumlah yang banyak dari tubuh.
3.      Hilang akal, baik karena tidur atau lainnya.
4.      Memegang qubul ( kemaluan ) dengan sengaja dengan tangan tanpa ada pelapis.
5.      Makan daging onta.
6.      Keluar (murtad) dari Islam

II.    SHOLAT
صَلُّوْا كَمَا رَ أَ يْـتُمُوْ نِى اُصَلِّى ( رواه البخاري عن مالك بن الـحويرث)
“Sholatlah kalian, sebagaimana kalian melihat aku sholat”. ( Hr. Bukhori dari Malik bin Huwairits )

A.    SYARAT-SYARAT SHALAT

1.      Islam.                                            6. Menutup Aurat                                         
2.      Berakal.                                         7. Masuk waktu sholat
3.      Bisa membedakan (tamyiz).        8. Menghadap kiblat
4.      Suci dari hadats.                          9. Niat
5.      Menghilangkan najis.

 B.   RUKUN-RUKUN SHALAT
1.      Niat                                                                       8.   Thuma’ninah
2.      Takbiratul ihram (membaca Allahu Akbar).     9.   Tertib
3.      Membaca surat Al-Fatihah.                                10. Membaca Tasyahud akhir
4.      Ruku'.                                                                   11. Duduk Tasyahud akhir
5.      Bersujud dengan tujuh anggota (badan)                       12. Membaca Sholawat
6.      Bangun dari sujud.                                              13. Mengucap salam
7.      Duduk di antara dua sujud.

C. WAJIB-WAJIB SHALAT ( Wajib adalah ketentuan yang apabila tidak dengan sengaja / lupa terlewatkan, maka wajib menggantinya ; dengan sujud sahwi bila untuk sholat dan Dam bila untuk Haji )

1.      Semua takbir dalam shalat selain takbiratul ihram.
2.      Membaca:     سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ("Allah Maha Mendengar hamba yang memujiNya.") bagi imam dan orang yang shalat sendirian (munfarid).
3.      Membaca:   رَ بَّناَلَكَ الْحَمْدُ ("Wahai Rabb kami, bagiMu segala puji.") bagi setiap orang yang shalat (imam, makmum atau munfarid).
4.      Membaca:   سُبْحَنَ رَبِّيَ اْلاَعْظِيْمِ ("Mahasuci Rabbku Yang Maha Agung.") di saat ruku'.
5.      Membaca  سُبْحَنَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى ("Mahasuci Rabbku Yang Mahatinggi.") di saat sujud.
6.      Membaca:   رَبِّ اغْفِرْلِى ("Ya Rabb, ampunilah aku.") di saat duduk di antara dua sujud.
7.      Tasyahhud pertama.
8.      Duduk ketika tasyahhud pertama.

D.  SUNNAH-SUNNAH SHALAT
1.      Membaca do'a istiftah.
2.      Meletakkan telapak tangan kanan di atas telapak tangan kiri di atas dada ketika berdiri sebelum ruku' dan setelah ruku' (i'tidal).
3.      Mengangkat kedua tangan dengan jari-jari lurus dan dirapatkan sejajar dengan pundak atau telinga, saat takbiratul ihram (takbir pertama), ruku', bangun dari ruku' dan ketika berdiri dari tasyahhud awal menuju ke rakaat ketiga.
4.      Membaca tasbih saat ruku' dan sujud lebih dari satu kali (yang sunnah adalah yang kedua dan selanjutnya).
5.      Kelanjutan dari bacaan:رَ بَّنَاوَلَكَ الْحَمْدُ" setelah bangun dari ruku' dan membaca do'a istighfar lebih dari satu kali ketika duduk di antara dua sujud.
6.      Memposisikan kepala sejajar dengan punggung ketika ruku'.
7.      Menjauhkan dua lengan dari dua sisi badannya, menjauhkan perut dari dua paha dan menjauhkan dua paha dari dua betis-nya di saat bersujud.
8.      Mengangkat dua lengan dari tanah di saat sujud.
9.      Duduk di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan (duduk iftirasy) di saat tasyahhud pertama dan ketika duduk di antara dua sujud.
10.  Duduk tawarruk di saat tasyahhud terakhir dalam shalat yang empat rakaat atau tiga rakaat. Duduk tawarruk itu ialah duduk di atas tanah dengan posisi kaki kiri berada di bawah kaki kanan, sementara kaki kanan tersebut ditegakkan.
11.  Memberi isyarat (menunjuk) dengan jari telunjuk pada tasyahhud pertama dan terakhir, dari mulai pertama kali duduk sampai selesai membaca tasyahhud, sembari menggerakkan jari telunjuk tersebut di saat berdo'a.
12.  Membaca shalawat dan permohonan berkah untuk Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan keluarga beliau, juga untuk Nabi Ibrahim 'alaihis salam dan keluarga beliau pada tasyahhud pertama.
13.  Membaca do'a pada tasyahhud terakhir.
14.  Mengeraskan bacaan pada waktu shalat Subuh, shalat Jum'at, shalat dua hari raya, shalat istisqa' (minta hujan) dan pada dua rakaat pertama dari shalat Maghrib dan shalat Isya'.
15.  Menyamarkan bacaan pada waktu shalat Dhuhur, shalat Ashar dan pada rakaat ketiga dari shalat Maghrib dan dua rakaat terakhir dari shalat Isya'.
16.  Membaca ayat-ayat Al-Qur'an setelah membaca surat Al-Fatihah, ditambah lagi dengan sunnah-sunnah lain yang belum kita sebutkan disini, spt Kelanjutan bacaan " سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ " setelah berdiri dari ruku' oleh imam, ma'mum dan orang yang shalat munfarid (sendirian). Hal ini termasuk sunnah. Di antaranya pula adalah: meletakkan kedua telapak tangan pada kedua lutut dengan jari-jari yang direnggangkan di saat ruku'.

D.    YANG MEMBATALKAN SHALAT

1.      Berbicara dengan sengaja.                      5. Terbuka aurat
2.      Tertawa.                                                   6. Bergeser jauh dari arah kiblat
3.      Makan.                                                     7. Melakukan Abats ( gerakan tak berguna )
4.      Minum.                                                     8. Batalnya Thaharah

PRAKTEK SHOLAT

1.      Takbiratul Ihrom
Takbiratul Ihrom adalah batasan dimana seseorang yang melakukan sholat diharamkan melakukan aktivitas apapun selain yang telah ditentukan dalam ketentuan sholat. Dalam mengangkat tangan ketika takbiratul Ihrom tidak usah terlalu lebar dan terlalu tinggi, cukup selebar badan. Ada dua cara untuk melakukan takbiratul Ihrom, yaitu ;
b.      Mengangkat dua tangannya dengan berkembang hingga berbetulan dengan kedua bahunya sambil mengucapkan الله اكبر (“Alloh Maha besar”),
عَنِ ابْنِ عُمَرَ اَنَّ النَّبِيَّ ص كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوِ مَنْكِبَيْهِ اِذَا افْتَتَحَ الصَّلاَةَ وَاِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوْعِ وَاِذَا رَفَعَ رَأْسِهِ مِنَ الرُّكُوْعِ. (رواه متفق عليه)
“Dari Ibnu ‘Umar, bahwa sanya  adalah  Nabi   mengangkat  dua  tangannya berbetulan dengan dua bahunya apabila memulai sholat dan (mengngangkat tangan) apabila bertakbir buat ruku dan apabila mengangkat kepalanya dari ruku” (HR. Muttafaqun Alaih)
c.       Mengangkat dua tangannya dengan berkembang hingga menyentuh ujung-ujung telinganya sambil mengucapkan الله اكبر (“Alloh Maha besar”),

وَلِمُسْلِمْ عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوُيْرِثِ نَحْوَ حَدِيْثِ ابْنِ عُمَرَ لَكِنْ قَالَ : حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ

“Dan bagi Muslim dari Malik Bin Huwairits seperti hadits Ibnu ‘Umar, tapi ia berkata ; sehingga beliau menjadikan dua tangannya berbetulan ( menyentuh ) dengan ujung-ujung telinganya”

2.      Meletakan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dadanya.
عَنْ وَايْلِ بْنِ حُجْرٍ قَالَ : صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيَّ ص فَوَضَعَ يَدَهُ اْليُمْنَى عَلىَ يَدِهِ الْيُسْرَ عَلىَ صَـدْرِهِ . (أخرجه ابن خزيـمه)
“Dari Wail bin Hujr, ia berkata : Saya pernah bershalat beserta Nabi , Ia meletakan tangan kanannya di atas tangan kirinya di dadanya” (HR. Ibnu Khuzaimah)

3.      Membaca Do’a Iftitah
4.      Membaca Taudz ( Hanya pada Rokaat Pertama saja )
5.      Membaca surah Al Fatihah
6.      Membaca surat yang dikehendaki ( Hanya pada raka’at pertama dan kedua )
7.      Ruku dengan benar ; Tidak sah sholat seseorang yang tidak melaksanakan ruku dengan tumaninah, yaitu membungkukkan badan dimana kepala dan punggung sejajar lurus dengan tangan memegang kedua lutut dengan mencengkramnya.
لاَ تُجْـزِئُ صَـلاَ ةٌ لاَ يُقِيْمُ الـرّجُلُ فِيْهَا صَلْبَهُ فِي الـرّكُوْعِ وَالسّجُوْدِ
“Tidak memadai sholat, bila tidak meluruskan punggungnya di waktu ruku dan sujud” (HR. Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Thabrani dan Baihaqi yang menyatakan isnadnya sah sementara Turmudzi menyatakan hasan lagi sah)

8.      ‘Itidal ; yaitu bangun dari ruku dengan tenang sehingga tulang belulang kembali ketempanya masing-masing.
وَاِذَا رَفَعَ رَأْسِهِ اسْتَوَى قَائِمًـا حَـتَّىيَعُوْدَ كُلُّ فَقَـارٍ إِلَى مَكَانِهِ
“Dan jika ia mengangkat kepalanya, maka ia pun berdiri lurus hingga kembalilah setiap ruas punggung ketempatnya semula”.(HR. Bukhori dan muslim dari Abu Humaid).

9.  Sujud dengan benar ; yaitu dengan cara meletakan lutut terlebih dahulu, kemudian kedua tangan dan baru kemudian dahi.
رَاَيْتُ النّبِيَّ ص اِذَا سَجَدَ وَضَعَ رُكْبَتَيْهِ قَبْلَ يَدَيْهِ
“Saya lihat Nabi  apabila sujud, ia letakan dua lututnya sebelum dua tangannya” (HR. empat dari Abi Huroiroh)
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَاَل : قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ ص اُمِر ْتُ اَنْ اَسْجُدَ عَلىَ سَبْعَةِ اَعْظُمٍ عَلىَ الْجَبْهَةِ وَاَشَارَ بِيَدِهِ اِلَىَ اَنْفِهِ وَالْيَدَ يْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ وَاَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ . رواه متفق عليه
“Dari Ibnu ‘Abbas ia berkata : Telah bersabda Rosululloh  ; “Aku diperintah sujud atas tujuh tulang, atas dahi; dan ia isyarat dengan tangannya kepada hidung, dan dua tangan dan dua lutut dan ujung-ujung (jari) kedua telapak kaki” (HR. Muttafaqun Alaih)

10. Duduk diantara dua sujud ; Caranya ialah melipat kaki kiri dan menghamparkan telapaknya (menempelkan punggungg kaki kiri pada lantai), kemudian duduk di atasnya, serta menegakkan telapak kaki kanan sambil menghadapkan ujung jari-jarinya ke arah kiblat.
مِنْ سُنّةِ الصّلاَةِ اَنْ يَنْصِبَ الْقَدَمَ الْيُمْنَى وَاسْتِقْبَالُهُ بِأَصَا بِعِهَاالْقِبْلَةَ وَالْجُلُوْسُ عَلىَ الْيُسْرَى . رواه النسائي عن ابن عمر
“Diantara sunnat sholat ialah menegakkan telapak kaki kanan dengan menghadapkan jari-jarinya kearah kiblat, serta duduk di atas kaki kiri”. (HR. Nasa’i dari Ibnu ‘Umar)

11. Duduk Tasyahud. Duduk tasyahud terbagai dua, Tasyahud awal dan Tasyahud akhir. Cara duduk Tasyahud Awal sama persis dengan cara duduk di antara dua sujud / Iftirosy, sedang cara duduk Tasyahud Akhir adalah  menempelkan punggung kaki kiri pada lantai dan memasukannya ke bawah paha dan betis kaki kanan serta menegakan kaki kanan dan jari-jarinya menghadap kiblat. Yang perlu diperhatikan adalah baik Tasyahud awal maupun Tasyahud akhir keduanya sama-sama memberi Isyarat dengan telunjuk sejak dari awal membaca do’a tasyahud, dan ketika isyarat dengan telunjuk, boleh digerak-gerakan atau tidak, dan pandangan tidak melebihi telunjuk.

12. Memberi salam ; Salam merupakan rangkaian akhir dari perbuatan Sholat. Cara salam yang benar adalah menengok ke kanan terlebih dahulu dengan pandangan diarahkan kebelakang sehingga terlihat jelas pipi dan pinggang agak tertarik, kemudian ke kiri dengan cara yang sama sambil mengucap “Assalamu`alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh”
كُنْتُ أَرَى النَّبِيُّ ص يُسَلِّمُ عَلىَ يَمِيْنِهِ وَعَنْ يُسَارِهِ حَتَّى يُرُى بَيَاضَ خَدِّهِ. (رواه أحمد)
“Saya lihat Nabi  memberi salam ke sebelah kanan dan kesebelah kirinya, hingga kelihatan putih pipinya”. (HR. Ahmad dari `Amir bin Sa’ad dari Bapaknya)
عَنْ وَائِلِ بْنِ حُجْرٍ قَالَ: صَلَيْتُ مَعَ النَّبِيُّ ص فَكَانَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِيْنِهِ : اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ وَعَنْ شِمَالِهِ: اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ  وَبَرَكَاتُهَ .(رواه ابو داود بـإسناد صحيح)
“Dari Wa’il bin Hujr ia berkata : saya telah bersholat beserta Nabi  maka adalah ia memberi salam  ke kanan dan ke kirinya :``Mudah-mudahan  kesejahteraan  ( bercucuran) atas kamu, rahmat-Nya dan keberkan-Nya”. ( HR. Abu Dawud dengan sanad yang Shohih).


SHOLAT JENAZAH
A.    Keutamaan Sholat jenazah
Sholat jenazah hukumnya fardlu kifayah, artinya bila telah dilakukan oleh sebagian kaum muslimin maka gugurlah kewajiban untuk muslimin yang lainnya. Sholat jenazah memiliki keutamaan yang luar biasa, sebagaimana sabda nabi   yang diriwayatkan dari Abu Huroiroh :

من شهـدالجنازة حتى يصلي عليها فـله قيرة ومن شهـد حتى تد فن فـله قيراطان قيل وماالقيراطان قال مثل الجبالين العظيمين
“Barang siapa yang menyaksikan jenazah hingga disholatkan maka ia mendapatkan satu qiroth. Dan barang siapa menyaksikan jenazah hingga dikuburkan maka ia mendapatkan dua qiroth. Ditanya “ apakah dua kiroth itu ?”. Beliau menjawab ; “ seperti dua gunung besar”. ( Hr. Bukhori dan Muslim )

B.     Tata cara Sholat Jenazah
Sebagaimana sholat-sholat yang lainnya, maka syaratnya harus dipenuhi. Adapun tata caranya yang telah disepakati oleh jumhur ulama adalah dilakukan dengan 4 ( empat ) takbir dengan urutan dan bacaan sebagai berikut :
1.      Takbir pertama, setelah  membaca Taudz membaca surat al Fatihah :
2.      Takbir kedua ; membaca sholawat :
Sholawat yang dibaca hádala sebagaimana sholawat dalam tasyahud, yaitu diantaranya ;

اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمََّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَىآلِ اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلىَمُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلىَ اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَىآلِ اِبْرَاهِيْمَ آلِ اِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ اِنّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ ".(رواه السافعى و مسلم و ابو داود و النسائي)
“Nabi  “Ya Alloh berilah sholawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga nabi Muhammad, Sebagimana Engkau telah berikan sholawat kepada nabi Ibrohim dan keluarga nabi Ibrohim, dan berilah keberkahan kepada nabi Muhammad dan keluaraga nabi Muhammad, sebagaiman Engkau telah beri keberkahan kapada nabi Ibrohim dan keluarga nabi Ibrohim, di seluruh alam, seseungguhnya Engkaulah yang maha terpuji dan maha agung”, ( HR. Syafi’I, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’I dari Ibnu Abbas dan HR. Bukhori, Muslim, Humaidi, Ibnu Mandah dan dia hadits ini telah disepakati keshohihannya )
3.      Takbir ketiga ; Membaca do’a :
اللهم اغفرله  وارحمه وعافه واعـف عـنه وأكرم  نزله  ووسع  مدخله  واغسله  بالماء  والثـلج والبرد ونقه من الخطايا كما نقيت الثوب الأبيض من الدنس وأبدله دارخيرامن داره وأهلا خيرامن أهله وزوجا خيرامن زوجه وأدخله الجنة وأعذه من عذاب القبرأومن عذاب النار
“Ya Alloh ampunilah ia, rahmatilah ia dan maafkanlah ia. Muliakanlah tempatnya, lapangkanlah tempat maksuknya, sucikanlah ia dengan air salju dan embun, bersihkanlah ia sebagaimana Engkau bersihkan pakaian dari kotoran . Gantilah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Masukanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari adzab qubur atau adzab neraka” ( Hr. Muslim )

Bila Belum Hapal, maka boleh juga dibaca :
مدخله  ووسع  نزله  وأكرم  عـنه  واعـف  وعافه  وارحمه  اغفرله  اللهم
“Ya Alloh ampunilah ia, rahmatilah ia dan maafkanlah ia. Muliakanlah tempatnya, lapangkanlah tempat maksuknya”
4.      Takbir keempat ; membaca do’a

اللهم اغفرلحيناوميتناوشاهدناوغائبناوصغيرناوكبيرناوذكرناوأثـنا اللهم من أحييته  منا فأحيه على الإسلام ومن توفيته منافتوفه على الإيمان اللهم لاتحرمنا أجره ولاتضلنا بعده
“Ya Alloh ampunilah bagi orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati, orang-orang yang ada dan oarang-orang yang tiada, anak-anak dan orang dewasa, laki-laki dan perempuan dari kalangan kami. Ya Alloh barang siapa yang Engkau hidupkan, maka hidupkanlah di atas Islam, dan barang siapa yang Engkau wafatkan, maka wafatkanlah di atas iman. Ya Alloh, janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya dan jangalah Engkau sesatkan kami sesudahnya”. ( Hr. Abu Daud, at Tarmidzi dan Ibnu Majah)

Bila belum hapal maka boleh juga dibaca :

اللهم لاتحرمنا أجره ولاتضلنا بعده
Ya Alloh, janganlah Engkau halangi kami dari dahalanya dan jangalah Engkau sesatkan kami sesudahnya”.

Sumber-Sumber bacaan :
5.      Bulughul Maram ( Ibnu Hajar Al Asqolani )
6.      Sifat Sholat Nabi ( Nashirudin Al Abani )
7.      Shahih Bukhori
8.      Shahih Muslim
9.      Shahih Fiqih Sunnah ( Abu Malik Kamal bin As Sayyid Salim )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar